Sudah 3 bulan terakhir bolak-balik menyambangi pulau Sumatra, tepatnya di sebuah pulau kecil 3 jam perjalanan darat dari Pekanbaru di lanjutkan 30 menit naik boat. Sebuah pulau bernama pulau Padang menjadi persinggahan sementara dengan tinggal di sana selama 2 minggu setiap bulannya.

Terucap syukur Alhamdulillah atas rahmat Allah SWT, sehingga diberikan kesempatan untuk menyambung hidup di tanah Sumatra ini. Sebuah tempat baru, suasana baru, budaya baru, tempat kerja baru, teman dan sahabat-sahabat baru dan tentu saja kenangan baru. Dua tahun menjajal tanah Kalimantan, di Balikpapan tepatnya dan sekarang di berikan kesempatan untuk merambah tanah Sumatra, sebuah hal yang patut di syukuri. Mungkin banyak orang yang berkesempatan untuk merambah lebih banyak tempat, meretas kenangan yang lebih ‘hebat’. tetapi bagi saya apa yang saat ini di limpahkan Tuhan kepada saya adalah hal yang patut di syukuri, tetapi tentunya usaha untuk menjadikan diri lebih berwarna adalah persoalan yang harus di usahakan.

 

 

” Di manapun berada Al Qur’an lah penuntun dan pengingat akan kebaikan dan jalan hidup”

 

 

 

Akhirnya di saat matahari mulai surut di horizon barat di tanah Sumatra ini, di saat keluarga saya, bapak-ibu dan saudara dan teman-teman saya di tanah Jawa mungkin sudah lebih dahulu menikmati sang Surya tenggelam dengan anggunnya, Saya sedang meretas asa di tanah Sumatra..

Salam