Falsafah Hidup Orang Jawa

Beberapa hari terakhir ini saya khusyuk membaca buku berjudul DNA Muhammad, aktivasi gen positif dengan shalawat, karya Ir. Agus Haryo Sudarmojo. Di salah satu bagian buku tersebut ada yang membahas mengenai falsafah hidup orang Jawa yang saya sebagai orang Jawa pun kurang memperhatikan walaupun mungkin pernah di ajarkan secara tidak langsung oleh orang tua maupun orang-orang di sekitar saya. Berikut saya kutip beberapa falsafah tersebut langsung dari bukunya :

Mataram, Sentral kebudayaan Jawa

Mataram, Sentral kebudayaan Jawa

1. Urip Iku Urup
Hidup itu nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik.
2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dhur Angkara
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak.
3. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati, dan sabar.
4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha
Berjuang tanpa perlu membawa bala bantuan; menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaaan, kekuatan, kekayaan, atau keturunan; kaya tanpa didasari kebendaan
5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.
6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut, jangan mudah kolokan atau manja.
7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonya lan Kemareman
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan duniawi.
8. Aja Keminter Mundhak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
9. Aja Milik Barang Kang Elok, Aja Mangra Mundhak Kendo
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; jangan berpikir mendua (tidak memiliki focus) atar tidak kendur niat dan kendur semangat
10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna
Jangan sok kuasa, sok besar, sok pintar

Falsafah tersebut ternyata sangat sesuai dengan hal-hal yang di ajarkan Islam, kalau kita bisa melaksanakan falsafah tersebut tentunya hidup akan lebih indah dan harmonis. Diluar konteks ajaran agama Islam, saya juga berkeyakinan kalau dalam hal hubungan horizontal seperti yang dibahas pada falsafah di atas, semua agama baik itu agama langit maupun bumi sewajarnya mengajarkan ajaran yang sama mengenai kebaikan, kerendahan hati, dan cinta kasih yang di sampaikan dalam redaksi yang berbeda.
Akhirnya sebagai orang jawa saya pribadi merasa sampai hari ini saya belum begitu kenal dengan falsafah yang sudah ada sejak jaman nenek moyang saya itu. Saatnya berbenah!!